jpnn.com, BANDUNG - Eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir belum berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Darwisman, mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya tekanan langsung, baik terhadap sektor riil maupun industri jasa keuangan di wilayah tersebut.
"Memang baru sekitar tiga minggu konflik berlangsung, jadi belum terlihat dampak langsungnya," kata Darwisman saat ditemui di Kota Bandung, Kamis (2/4/2026).
Dia menyebutkan kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 juga tidak terbukti. Pasokan energi di dalam negeri, termasuk Jawa Barat, masih terjaga dengan baik.
"Di lapangan kami lihat tidak ada antrean panjang di SPBU, artinya distribusi dan ketersediaan BBM masih terkendali," ujarnya.
Dari sisi ekonomi, aktivitas masyarakat di dunia usaha juga masih menunjukkan tren positif.
Hal itu ditopang oleh struktur impor energi Indonesia yang tidak sepenuhnya bergantung pada jalur Selat Hormuz.
"Saya melihat perekonomian kita juga masih tumbuh ya, aktivitas-aktivitas, kegiatan ekonomi masih tumbuh dengan positif."



















































