jpnn.com - JAKARTA - Warga Kampung Adidaya PIK2 mulai merasakan dampak ekonomi dari pemanfaatan enceng gondok sebagai pupuk organik.
Aktivitas pengolahan tanaman air yang dilakukan warga melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kali Cabang, itu kini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi penyerapan tenaga kerja lokal.
Ketua KSM Kali Cabang Samsudin mengatakan bahwa dukungan CSR PIK2 memungkinkan warga mengelola pupuk secara lebih terstruktur.
Bantuan mesin penggiling dimanfaatkan untuk mengolah berbagai bahan organik, mulai dari rumput hingga eceng gondok yang diangkat dari saluran air.
“Yang sekarang sedang kami kelola adalah pembuatan pupuk. Mesin ini digunakan untuk menggiling kacang bonok atau rumput, dan bisa juga untuk bahan lain,” kata Samsudin.
Dia menjelaskan sebelumnya kegiatan pengolahan dilakukan secara terbatas karena keterbatasan alat dan sumber daya manusia.
Namun, setelah program berjalan, kebutuhan tenaga kerja meningkat seiring bertambahnya volume produksi pupuk.
“Yang tadinya mungkin saya hanya mempekerjakan satu atau dua orang, dengan adanya ini sekarang sudah empat orang,” ujarnya.






















































