Pemerintah terapkan one way di Tol Trans Jawa akibat kepadatan rest area. Volume kendaraan ke Jakarta sudah capai 69 persen dari proyeksi. (dephub.go.id)
KabarJakarta.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian resmi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di ruas Tol Trans Jawa dari KM 132 hingga KM 70 pada Jumat (27/3). Kebijakan ini diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju Jakarta yang mulai meningkat sejak pagi hari, meski secara umum volume lalu lintas masih sesuai prediksi.
One Way Diterapkan Akibat Hambatan di Rest Area
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kepadatan tidak semata disebabkan lonjakan volume kendaraan, tetapi juga adanya hambatan di beberapa titik, terutama di kawasan rest area.
“Kondisi lalu lintas di lapangan saat ini sebenarnya sesuai dengan prediksi, tidak terlalu tinggi. Namun demikian, karena ada hambatan di beberapa ruas khususnya di sejumlah rest area, maka terjadi kepadatan sehingga kami memberlakukan one way sepenggal dari KM 132 hingga KM 70,” ujar Menhub Dudy di Command Center KM 29 Korlantas Polri Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/3).
Penerapan one way ini dilakukan secara situasional dan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan.
Skema One Way Bertahap Siap Diberlakukan
Menhub menegaskan, pemerintah telah menyiapkan skenario lanjutan jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Rekayasa lalu lintas akan diperluas secara bertahap berdasarkan diskresi pihak kepolisian.
Tahap berikutnya meliputi penerapan one way lokal dari KM 169 hingga KM 70, serta tahap lanjutan dari KM 188 hingga KM 70. Bahkan, jika lonjakan arus terus meningkat, opsi penerapan one way nasional dari Tol Kalikangkung juga terbuka.
“Demikian pula apabila masih terjadi peningkatan arus yang signifikan, maka one way nasional dari Tol Kalikangkung bukan tidak mungkin akan diberlakukan. Akan tetapi untuk saat ini, pemberlakuan one way sepenggal diharapkan mampu mengurai kepadatan yang terjadi di sejumlah titik sejak pagi hari,” ungkap Menhub.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Lalu Lintas
Dalam menghadapi arus balik Lebaran yang dinamis, Menhub mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan aplikasi Travoy atau menghubungi Call Center Jasa Marga guna memperoleh informasi terbaru terkait rekayasa lalu lintas.
Informasi tersebut mencakup jadwal penerapan one way, kondisi jalan tol, hingga ketersediaan fasilitas seperti rest area. Hal ini dinilai penting agar perjalanan pemudik tetap lancar dan aman.
Pembatasan Kendaraan Logistik Diperketat
Selain itu, Menhub juga kembali mengingatkan para pelaku usaha angkutan logistik untuk mematuhi aturan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Ia menegaskan bahwa kendaraan logistik dengan sumbu tiga atau lebih dilarang beroperasi hingga 29 Maret 2026.
“Saya kembali meminta agar para pelaku usaha angkutan logistik untuk tidak mengoperasikan kendaraan sumbu tiga ke atas sampai waktu yang telah ditentukan, yakni tanggal 29 Maret 2026. Sekali lagi saya sampaikan, ini demi menjaga keselamatan para pemudik,” tuturnya.
Angka Kecelakaan dan Fatalitas Menurun
Dalam kesempatan yang sama, Menhub juga menyampaikan capaian positif selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Berdasarkan data Korlantas Polri, angka fatalitas korban kecelakaan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tercatat sebesar 30,4 persen untuk fatalitas korban, sementara jumlah kejadian kecelakaan selama Operasi Ketupat turun 5,3 persen.
“Saya mengapresiasi seluruh stakeholder, khususnya Kepolisian, Jasa Marga, hingga Jasa Raharja yang telah berhasil menekan angka fatalitas korban kecelakaan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Ini menunjukkan bahwa manajemen lalu lintas yang disiapkan dan diberlakukan benar-benar efektif,” tutur Menhub.
Volume Kendaraan ke Jakarta Sudah Capai 69 Persen
Sementara itu, data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang telah memasuki wilayah Jakarta hingga pukul 06.00 WIB mencapai 2,3 juta unit. Angka tersebut setara dengan 69 persen dari total proyeksi arus balik.
Adapun pada H+4 Lebaran, volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tercatat mencapai 206.243 unit.***

3 days ago
20














































