jpnn.com, JAKARTA - Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-2 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, pada 24–25 November 2025.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 276 anggota dari total 375 peserta terdaftar, termasuk ketua DPD, pengurus pusat, serta mitra strategis penyelenggara perjalanan umrah dan haji.
Forum bertema “Meneguhkan Langkah dan Menyongsong Arah Baru” itu menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menghadapi perubahan regulasi dan dinamika industri umrah, terutama di tengah pergeseran kewenangan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji serta perkembangan teknologi digital berbasis AI.
Sekjen ASPHIRASI sekaligus Ketua Panitia Mukernas II, Retno Anugerah Andriyani, menegaskan pentingnya penguatan sinergi anggota di tengah perubahan regulasi tersebut.
Retno menyampaikan bahwa isu umrah mandiri menjadi salah satu topik utama yang dibahas, mengingat kekhawatiran pelaku usaha terhadap dampaknya. Namun, dia menilai perubahan regulasi justru menjadi momentum travel umrah untuk beradaptasi.
“Kita harus berani berubah mengikuti modernisasi. Kita sudah punya legalitas, tinggal mengubah strategi pemasaran,” ujarnya di sela acara.
Dia juga mengungkapkan perbedaan skema Haji Khusus dengan sistem B-to-B-to-C yang memberikan porsi lebih besar bagi PIHK dalam pengelolaan jemaah.
ASPHIRASI, kata dia, memperoleh Maktab 111 yang berada di lokasi strategis dan berstatus VIP. Sementara untuk jalur Mujamalah, dia menyebut belum ada informasi final dari otoritas Saudi.






















































