jatim.jpnn.com, SURABAYA - Proyek pelebaran Jalan Raya Menganti Surabaya kembali berlanjut pada 2026. Pemerintah Kota Surabaya mengerjakan tahap lanjutan sepanjang 950 meter untuk menambah kapasitas jalan yang selama ini menjadi salah satu titik padat kendaraan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan pengerjaan saat ini diawali dengan pembangunan saluran tepi di lahan yang sudah dibebaskan. Saluran tersebut disiapkan sebagai bagian dari sistem drainase sebelum pelebaran badan jalan dilakukan.
“Yang dikerjakan saluran tepinya dahulu karena kalau tidak ada saluran tepinya agak susah. Misalnya, terjadi apa-apa nanti buang airnya ke mana,” ujar Hidayat, Minggu (26/7).
Selain drainase, DSDABM juga melakukan pemindahan jaringan utilitas milik PLN yang berada di lokasi proyek. Pemindahan tiang listrik, kabel, dan trafo dilakukan agar proses pelebaran jalan bisa berjalan.
Setelah utilitas dipindahkan, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian serta pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau tiang pancang beton di area sungai tengah dan badan jalan.
“Sekarang ini posisinya lagi menggeser tiangnya. Jadi, pasang tiang baru dan menggeser kabel, juga trafo. Kalau itu sudah selesai, kami mulai menggali tanah yang di tengah itu,” jelasnya.
Hidayat menyebut total ruas Jalan Raya Menganti yang direncanakan diperlebar mencapai 1.900 meter. Namun, tahun ini pengerjaan baru dilakukan sepanjang 950 meter, mulai dari Masjid Al Hidayah hingga Puskesmas Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.
Sementara ruas berikutnya sepanjang 950 meter dari Puskesmas Lidah Kulon hingga Aspol Bangkingan akan dikerjakan pada tahap selanjutnya karena masih menunggu pembebasan lahan.



















































