jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas saat menghadiri pembagian 600 paket sembako bagi pengemudi ojek online (ojol) di Bulog Jawa Timur, Selasa (27/1).
Zulhas menyatakan Presiden RI memberi perhatian khusus agar harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan. Bahkan, pemerintah mendorong agar harga bisa ditekan dan cenderung turun.
“Bapak Presiden selalu menekankan agar harga-harga menjelang hari raya tidak boleh naik. Bahkan beliau ingin harga-harga turun. Alhamdulillah, pada Natal dan Tahun Baru serta Lebaran tahun lalu, harga bisa kita kendalikan,” ujar Zulhas.
Menghadapi puasa dan Lebaran tahun ini, pemerintah memastikan ketersediaan stok bahan pokok dalam kondisi aman. Selain menjaga pasokan, upaya pengendalian harga juga dilakukan melalui program pasar murah yang digelar secara rutin di berbagai daerah.
“Sekarang yang paling penting stok cukup dan harga terkendali. Tidak boleh naik. Karena itu kita lakukan pasar murah, misalnya beras diskon 10 persen, telur diskon 10 persen,” jelasnya.
Menurut Zulhas, pasar murah menjadi langkah antisipatif agar lonjakan permintaan jelang puasa dan Lebaran tidak berujung pada kenaikan harga di pasaran.
Khusus pada kegiatan pembagian sembako untuk ojol, pemerintah juga menggandeng pihak swasta seperti Grab dan Gojek.


















































