jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Evaluasi ini ditekankan untuk memastikan kualitas gizi dan higienitas makanan demi membentuk "Generasi Emas Indonesia."
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa program MBG adalah investasi negara untuk masa depan generasi penerus.
"Program MBG tidak sekadar memberi makan, tetapi bertujuan membentuk generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap bersaing," ujar Bupati Halim pada Jumat (21/11).
Dalam evaluasi tersebut, Bupati Halim menyoroti dua aspek mendasar yang tidak boleh dikompromikan dalam penyediaan makanan bagi anak-anak, yaitu aspek higienitas dan keamanan pangan serta aspek kandungan gizi.
Bupati menginstruksikan setiap dapur SPPG untuk menerapkan standar kebersihan dan sanitasi yang ketat.
"Saya tegaskan sekali lagi, bahwa setiap dapur SPPG wajib menerapkan standar kebersihan dan sanitasi yang tepat sehingga makanan yang disajikan harus sehat, aman, dan higienis," tegasnya.
Pengecekan rutin terhadap kondisi dapur, peralatan masak, serta sumber air bersih juga harus dilakukan.



















































