Pengamat Intelijen Dorong Pemerintah Perkuat Sistem Keamanan Siber untuk Hadapi Spionase Asing

6 days ago 5

Rabu, 22 Juli 2026 – 08:00 WIB

Pengamat Intelijen Dorong Pemerintah Perkuat Sistem Keamanan Siber untuk Hadapi Spionase Asing - JPNN.com Jakarta

Ilustrasi - Seorang agen mata-mata. Foto: ANTARA/Ardika/am.

jakarta.jpnn.com - Pakar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia (UKI) Angel Damayanti mengatakan letak geografis yang berada di jalur perdagangan internasional makin meningkatkan nilai strategis Indonesia di mata pihak asing.

Menurut Angel, hal itu juga didukung dengan besarnya jumlah penduduk dan pengguna layanan digital.

”Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis serta menjadi bagian penting dalam rantai pasok mineral kritis dunia sehingga berpotensi menjadi sasaran berbagai ancaman siber,” kata Angel saat menjadi narasumber acara di televisi beberapa waktu lalu.

Rektor UKI itu menjelaskan ancaman siber tidak hanya berupa spionase dan ransomware, tetapi juga penggiringan opini melalui media digital yang bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan memicu polarisasi sosial.

”Isu-isu strategis nasional bisa dimanfaatkan sebagai celah dalam operasi informasi untuk meningkatkan kerentanan Indonesia apabila tidak diantisipasi dengan baik,” kata Angel.

Oleh karena itu, pemerintah perlu membangun awareness atau kesadaran masyarakat terhadap ancaman siber melalui edukasi dan peningkatan literasi digital.

Dengan demikian, masyarakat mampu mengenali serta mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan siber.

”Selain membangun regulasi, pemerintah perlu memperkuat tata kelola informasi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh manipulasi algoritma maupun operasi informasi dari pihak tertentu, ” ujar Angel.

Angel Damayanti mengatakan letak geografis yang berada di jalur perdagangan internasional makin meningkatkan nilai strategis Indonesia di mata pihak asing.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jakarta di Google News

Read Entire Article
| | | |