Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Naik di Atas Rp 200 Juta, Ini Alasannya

4 days ago 27

Selasa, 25 November 2025 – 18:31 WIB

Pengembang Minta Harga Rumah Subsidi Naik di Atas Rp 200 Juta, Ini Alasannya - JPNN.com Bali

Ilustrasi unit rumah subsidi BTN. Foto: Ricardo/JPNN.com

bali.jpnn.com, TABANAN - Pengembang rumah subsidi Griya Multi Jadi Kediri, Tabanan, I Gede Suardita berharap pemerintah menaikkan harga jual rumah subsidi khususnya di Bali.

I Gede Suardita berharap harga rumah subsidi menjadi di atas Rp 200 juta, dari yang saat ini mencapai Rp 185 juta sejak 2024 dengan luas 60 meter persegi.

Harga jual rumah subsidi di Bali ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 689/KPTS/M/2023.

Bali masuk zonasi bersama zonasi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara, Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), dan Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya dan Mahakam Ulu.

“Harga tanah terus melonjak setiap tahun.

Jadi, kalau bisa harga jual rumah subsidi ikut naik,” ujar I Gede Suardita saat menyambut Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati seusai serah terima kunci rumah subsidi di Kediri, Tabanan, Bali, Selasa (25/11).

Menurut I Gede Suardita, harga tanah untuk rumah subsidi yang berlokasi di wilayah Sanggulan, Tabanan sudah mencapai Rp 1 juta per meter.

Padahal, harga tanah untuk rumah subsidi maksimal Rp 600 ribu per meter.

Pengembang rumah subsidi Griya Multi Jadi Kediri, Tabanan, I Gede Suardita berharap pemerintah menaikkan harga jual rumah subsidi khususnya di Bali.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google News

Read Entire Article
| | | |