Penyelesaian Kasus Andrie Yunus Lewat Peradilan Militer Berpotensi Menimbulkan Gejolak

7 hours ago 20

Penyelesaian Kasus Andrie Yunus Lewat Peradilan Militer Berpotensi Menimbulkan Gejolak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. (Reuters: Willy Kurniawan)

jpnn.com - Wakil Ketua Komisi XIII Sugiat Santoso mengatakan ada tiga opsi skenario ideal untuk menuntaskan proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap aktivis sekaligus Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, dengan tersangka anggota Bais TNI.

Dia menilai menuntaskan kasus itu melalui peradilan militer tidak akan ideal karena persidangan berpotensi digelar secara tertutup.

Jika begitu, katanya,, berpotensi terjadi gejolak sosial karena akan ada protes dari masyarakat sipil.

"Jika hanya melalui peradilan militer, ini akan berlangsung tertutup. Dugaan saya, akan ada gelombang protes dari masyarakat sipil jika transparansi tidak dikedepankan," kata Sugiat dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Sugiat mengatakan tiga skenario hukum yang ideal bisa menekankan transparansi dalam mengungkap kasus Andrie Yunus.

Skenario pertama dan yang terbaik, yakni proses hukum dilakukan jalur pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Sebaiknya dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Hal ini akan mampu melampaui kesulitan institusional kepolisian untuk menyentuh oknum TNI. Ini adalah skenario paling baik," kata dia.

Selain pembentukan TGPF, dia menjelaskan opsi skenario kedua adalah proses hukum dilakukan melalui peradilan umum. Dengan begitu, menurut dia, polisi harus meneruskan penyelidikan kasus itu hingga masuk ke meja hijau.

Wakil Ketua Komisi XIII Sugiat Santoso menilai penyelesaian kasus penyiraman air keras Andrie Yunus lewat peradilan militer berpotensi menimbulkan gejolak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |