Perkuat Akses Pembiayaan Nasional, Asippindo Dorong Pemurnian Industri Penjaminan

4 hours ago 12

Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menggelar Indonesia Guarantee Summit (IGS) 2026. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menggelar Indonesia Guarantee Summit (IGS) 2026, untuk membahas penguatan industri penjaminan dalam mendukung akses pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan nasional.

Mengangkat tema “Pemurnian Industri Penjaminan sebagai Fondasi Penguatan Akses Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan”, forum tersebut mempertemukan regulator, industri penjaminan, perbankan, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku industri jasa keuangan untuk membahas arah pengembangan industri penjaminan di tengah kebutuhan pembiayaan sektor produktif yang terus meningkat.

Ketua Asippindo Ivan Soeparno mengatakan industri penjaminan saat ini memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui perluasan akses pembiayaan UMKM dan sektor produktif.

“Penjaminan bukan sekadar pelengkap administrasi kredit. Penjaminan adalah mekanisme berbagi risiko yang membantu mempertemukan kebutuhan pelaku usaha, terutama UMKM dan koperasi, dengan prinsip kehati-hatian lembaga keuangan,” ujar Ivan.

Menurut Ivan, di tengah tekanan ekonomi global dan dinamika sektor keuangan, industri penjaminan dituntut tumbuh lebih sehat, prudent, transparan, dan memiliki daya saing yang kuat agar mampu menjaga kualitas pembiayaan nasional.

Dia menegaskan pemurnian industri penjaminan perlu dipahami sebagai momentum memperkuat arah dan kualitas industri, termasuk memperjelas model bisnis serta memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko.

“Penguatan industri penjaminan membutuhkan harmonisasi kebijakan yang semakin selaras dengan sektor jasa keuangan lain, khususnya pada produk yang memiliki irisan dengan industri asuransi. Dengan regulasi yang proporsional, konsisten, dan sesuai karakteristik bisnis penjaminan, kita dapat membangun level playing field yang sehat, sehingga industri penjaminan, asuransi, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya dapat saling melengkapi dalam memperkuat akses pembiayaan dan stabilitas sistem keuangan nasional,” terangnya.

Asippindo menilai penguatan industri penjaminan menjadi penting karena sektor ini berkontribusi dalam menjaga intermediasi keuangan, memperluas pembiayaan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Asippindo menilai penguatan industri penjaminan menjadi penting karena sektor ini berkontribusi dalam menjaga intermediasi keuangan, memperluas pembiayaan UMKM.

Read Entire Article
| | | |