kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Pemprov Kaltim membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) secara merata di seluruh kabupaten dan kota.
Hal ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan daerah guna menghadapi ancaman bencana alam maupun sosial.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kaltim Arif Maulana menyampaikan KSB bukan sekadar wadah berkumpul personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dia menjelaskan KSB dirancang sebagai instrumen kolaborasi aktif yang memberdayakan masyarakat lokal agar mampu merespons bencana secara mandiri dan cepat.
Dia menekankan keberadaan KSB krusial dalam penanganan awal, terutama saat 'golden time' atas peristiwa bencana.
“Dalam dunia penyelamatan, golden time adalah momen krusial di awal kejadian yang menentukan keberhasilan evakuasi dan minimalisir dampak risiko. Jika masyarakat setempat sudah siap, nyawa dan harta benda lebih besar peluangnya untuk diselamatkan,” kata Arif, Selasa (27/1).
Selain fungsi evakuasi, KSB juga diproyeksikan sebagai lumbung logistik lokal.
Menurut Arif, dengan adanya ketersediaan logistik di lokasi bencana, kebutuhan dasar penyintas dapat terpenuhi secara mandiri, tanpa harus menunggu bantuan dari pusat atau provinsi yang mungkin terkendala jarak dan waktu.


















































