jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi menjalin sinergi strategis dengan tiga mitra penting, yaitu Pemerintah Provinsi Banten, Krakatau Steel Group, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA UNTIRTA).
Langkah besar ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Kamis 18 Juni 2026.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga beserta jajaran, Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni beserta jajaran, serta Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan bersama jajaran direksi dan manajemen.
Peluang Kerja Global Masih Terbuka Lebar
Menteri P2MI Mukhtarudin memaparkan data pergerakan tenaga kerja Indonesia yang sangat luar biasa.
Berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga 12 Juni 2026, secara nasional kementeriannya telah memfasilitasi sebanyak 433.169 layanan penempatan, dengan dominasi di lima negara tujuan utama, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
Meskipun angka penempatan tinggi, Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa peluang pasar kerja internasional masih sangat luas dan belum terserap optimal.
Berdasarkan data SIP2MI per 13 Juni 2026, terdapat peluang kerja luar negeri sebanyak 313.803 posisi. Namun, yang baru terserap baru mencapai 76.907 atau sekitar 24,51%.






















































