jpnn.com - Spanyol kembali menjadi juara Piala Dunia setelah 16 tahun. Kesuksesan itu membuat generasi 2026 mulai dibandingkan dengan tim legendaris La Furia Roja yang berjaya di Afrika Selatan pada 2010.
Tim Matador naik podium pertama setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final yang digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gol Ferran Torres pada menit ke-106 mengakhiri penantian panjang selama 16 tahun sejak La Furia Roja terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010.
Rekor Tak Terkalahkan Jadi Pembeda
Kesuksesan tersebut membuat banyak pihak mulai membandingkan dua generasi juara dunia milik Spanyol.
Menariknya, skuad asuhan Luis de la Fuente justru unggul dalam sejumlah catatan statistik dibanding tim legendaris yang menjadi kampiun di Afrika Selatan.
Generasi yang dimotori Lamine Yamal menutup Piala Dunia 2026 tanpa tersentuh kekalahan. La Furia Roja membukukan tujuh kemenangan dan sekali imbang sepanjang turnamen.
Catatan itu lebih baik dibanding Spanyol 2010 yang mengoleksi enam kemenangan dan sekali kalah.
Saat itu, tim yang diperkuat nama-nama beken seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, hingga David Villa bahkan harus mengawali turnamen dengan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Swiss pada fase grup.





















































