jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta akhirnya berhasil mengakhiri puasa kemenangan mereka dengan cara yang heroik. Menjamu Malut United dalam lanjutan pekan ke-32 Super League di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu malam (10/5), tim kebanggaan warga Yogyakarta itu sukses mengamankan poin penuh lewat kemenangan meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi anak asuh Jean-Paul van Gastel, mengingat sebelumnya Laskar Mataram terjebak dalam rentetan delapan laga tanpa kemenangan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Malut United sebenarnya mengambil inisiatif serangan. Dominasi tim tamu sempat membuat lini pertahanan PSIM bekerja ekstra keras selama 30 menit awal.
Namun, kematangan taktik Van Gastel mulai terlihat saat tuan rumah perlahan keluar dari tekanan dan balik mengancam.
Momen kunci pertandingan terjadi di masa injury time babak pertama. Gelandang Malut United, Wbeymar Angulo Mosquera, melakukan pelanggaran fatal yang berujung kartu merah langsung.
Insiden tersebut sekaligus menghadiahi PSIM tendangan penalti.
Ze Valente yang maju sebagai algojo menunjukkan ketenangannya. Dengan sepakan terukur, ia mengecoh kiper Angga Saputro dan membawa PSIM unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, meski bermain dengan 10 orang, Malut United tampil lebih agresif guna mengejar ketertinggalan.



















































