jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - PSIM Yogyakarta bersiap menjamu tamunya, Persijap Jepara, dalam lanjutan kompetisi Super League di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Rabu (11/3). Meski terpaut jarak cukup jauh di papan klasemen, pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel memperingatkan anak asuhnya agar tidak lengah sedikit pun.
Kewaspadaan Van Gastel bukan tanpa alasan. Pelatih asal Belanda itu menyoroti pergerakan agresif Persijap pada bursa transfer putaran kedua.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu tercatat mendatangkan sepuluh pemain baru, termasuk legiun asing asal India dan Spanyol yang langsung memberikan dampak instan.
"Jepara telah mendatangkan sepuluh pemain baru dengan kualitas yang baik. Hasilnya terlihat, dalam tiga pertandingan terakhir mereka berhasil meraih lima poin," ujar Van Gastel dalam konferensi pers, Selasa (10/3).
Pertandingan malam nanti diprediksi akan berjalan alot mengingat kedua tim sama-sama kehilangan pilar utama.
PSIM Yogyakarta harus tampil tanpa Fahreza Sudin. Pemain andalan lini tengah ini absen akibat sanksi kartu merah yang diterimanya pada laga sebelumnya.
Sedangkan Persijap Jepara dikabarkan juga kehilangan dua pemain penting yang tidak bisa turun dalam laga krusial ini.
Bagi Persijap, laga ini adalah momentum untuk terus merangkak naik dan keluar dari zona merah. Tren positif di tiga laga terakhir menjadi modal kepercayaan diri tinggi untuk mencuri poin di Bantul.












.jpeg)




































