jatim.jpnn.com, SURABAYA - Unggahan akun Instagram viralofjustice ramai dan memancing perdebatan terkait video berisi pesan gerakan #forjustice yang diklaim lahir di Surabaya.
Dalam unggahan itu terdapat tulisan ‘Media ini hadir untuk mengawal kepentingan gerakan #forjustice yang lahir di Surabaya. Misi utama gerakan adalah mengembalikan hak, harkat, dan martabat orang Surabaya terutamanya orang Jawa’
Sebagian warganet menilai video itu sebagai bentuk dukungan sebuah gerakan sosial. Namun, ada pula yang menganggap konten itu memicu kontra di kalangan masyarakat terkait Isu sensitif warga pendatang.
Unggahan itu pun menyebar ke berbagai grup WhatsApp dan memicu kekhawatiran munculnya isu SARA yang bisa mengganggu keburukan antarwarga.
Ketua Organisasi Putra Surabaya (Pusura) Hoslih Abdullah atau Cak Dullah memberikan tanggapan atas hal tersebut.
“Kalau sudah tinggal di Surabaya, ya kita menjadi orang Surabaya. Tidak perlu dibeda-bedakan Jawa, Madura dan kita punya kewajiban menjaga kondusivitas Kota Surabaya,” ucap Cak Dullah, Senin (24/11).
Dia menilai narasi yang muncul di video tersebut berpotensi menimbulkan gesekan horizontal jika tidak segera diluruskan.
“Kalau isu seperti ini dibiarkan, bisa memicu perpecahan. Harapan saya Surabaya tetap aman dan nyaman. Di Forum Pembauran Kebangsaan saja ada 27 suku, semuanya hidup bersama dengan baik,” ujarnya.



















































