jatim.jpnn.com, JAKARTA - DPP LDII mengajak masyarakat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah gejolak ekonomi global yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan tekanan inflasi.
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan ketahanan ekonomi keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan nasional saat menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan.
Menurutnya, masyarakat perlu mengatur ulang pola konsumsi dan memperkuat sumber-sumber penghasilan keluarga dengan berpedoman pada nilai-nilai religius yang mengedepankan kesederhanaan dan produktivitas.
"Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, kami mengajak warga untuk kembali mempraktikkan prinsip muzhid mujhid," kata Dody dalam keterangannya.
Dia menjelaskan muzhid berarti hidup sederhana, bersahaja, tidak konsumtif, dan mampu membedakan kebutuhan dengan keinginan.
Adapun mujhid berarti bersungguh-sungguh dalam mencari penghasilan yang halal, bekerja keras, dan tetap produktif di tengah tekanan ekonomi.
"Kombinasi antara kecermatan dan kesederhanaan dalam pengeluaran serta kerja keras dalam mencari sumber-sumber penghasilan tambahan rumah tangga adalah benteng utama keluarga muslim saat ini," ujarnya.
Selain itu, Dody mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam kepanikan menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.


















































