jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo menemukan sejumlah catatan teknis saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Dringu.
Dua SPPG yang ditinjau yakni SPPG Kalisalam dan SPPG Tamansari. Secara umum, pelaksanaan program MBG di kedua lokasi tersebut dinilai berjalan cukup baik, meski masih ada beberapa aspek yang harus segera dibenahi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M Sjaiful Efendi selaku Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Probolinggo mengatakan persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi kali ini.
"Pelaksanaan program MBG di kedua SPPG berjalan cukup baik. Namun, memang masih ada beberapa catatan, terutama terkait tata kelola teknis," kata Sjaiful saat monev, Jumat (19/6).
Dalam kegiatan tersebut, tim Satgas didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Camat Dringu Indah Rohani, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas MBG, serta Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Probolinggo.
Tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi SPPG dan berdialog dengan pengelola serta penerima manfaat program, termasuk mengunjungi SDN Tamansari 1 Kecamatan Dringu.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Hariawan Dwi Tamtomo mengatakan hasil pemantauan di SPPG Tamansari menunjukkan pengelolaan program telah berjalan baik dan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun penerima manfaat.
"Secara umum SPPG Tamansari sudah bagus. Kami juga melakukan komunikasi langsung dengan para penerima manfaat dan pihak sekolah. Saat berada di SDN Tamansari 1, kami mendapatkan berbagai masukan positif dari guru-guru terkait pelaksanaan program," ujarnya.











.jpeg)





































