jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan pasir di wilayah setempat menyusul meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Level IV atau Awas.
"Pemerintah Kabupaten Lumajang mengambil langkah tegas menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati, Senin (10/11).
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lumajang Nomor 500.10.2.3/1/427.14/2025. Dalam aturan tersebut, seluruh pemilik izin usaha penambangan dan pekerja tambang diminta menghentikan kegiatan hingga kondisi kembali aman.
"Demi keselamatan warga dan mencegah risiko bencana susulan, seluruh aktivitas penambangan pasir di aliran Sungai Besuk Kobokan serta wilayah berhulu di Semeru dihentikan sementara," ujarnya.
Indah mengatakan penghentian tambang dilakukan atas pertimbangan keselamatan, mengingat kawasan tersebut berada di jalur potensi bahaya. Pengawasan dilakukan bersama BNPB, PVMBG, TNI-Polri, dan BPBD.
Sekretaris Daerah Lumajang Agus Triyono menambahkan, keputusan itu berbasis data dan analisis ilmiah dari lembaga berwenang.
“Penambangan akan dibuka kembali setelah kondisi Semeru dinyatakan aman oleh pihak berwenang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Lumajang Hindam Adri Abadan mengatakan pihaknya bersama BPBD, TNI-Polri, aparat desa, dan relawan terus melakukan langkah cepat di lapangan pascaerupsi Semeru.



















































