bali.jpnn.com, KARANGASEM - Geliat pemberdayaan perempuan tumbuh dari ruang sederhana yang penuh kehangatan di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.
Di sebuah rumah produksi milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Satya Luwih Lestari, suara canda para ibu berpadu dengan kesibukan mengolah kacang tanah menjadi produk makanan ringan khas Bali.
Dari aktivitas yang tampak sederhana ini, perlahan terbangun kemandirian ekonomi perempuan desa.
Berawal dari keinginan memanfaatkan hasil pertanian lokal, KWT Satya Luwih Lestari kini berkembang menjadi ruang belajar sekaligus berkarya.
Setiap pekan, para anggota berkumpul untuk mengolah kacang tanah menjadi kacang goreng dan kacang telur, melalui proses yang semakin tertata.
Mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga pengemasan yang kian menarik.
Namun, bagi para anggotanya, kegiatan ini bukan sekadar produksi.
Lebih dari itu, ini adalah perjalanan untuk tumbuh bersama.

















































