jpnn.com, BALI - Turnamen sepak bola Liga Kampung Soekarno Cup II 2025 resmi dibuka di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Jumat (5/12). Pembukaan yang memadukan seni budaya, kearifan lokal, dan sportivitas ini dihadiri langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, M. Prananda Prabowo.
Prananda Prabowo membuka turnamen didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, serta para ketua DPD dari daerah peserta. Simbolisasi pembukaan ditandai dengan pemukulan instrumen gerumpyungan dan tendangan bola perdana.
“Kanaka Pertiwi,” tema pembukaan yang diambil dari buku Merawat Pertiwi karya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, diwujudkan melalui pertunjukan budaya melibatkan ratusan seniman lintas generasi. Defile kedelapan tim peserta pun diiringi dengan seni tradisional Bali.
Turnamen yang menjadi wujud komitmen partai dalam pembinaan sepak bola nasional ini diikuti delapan kesebelasan terbaik se-Indonesia, dari Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, hingga Papua Tengah. Semua pemain merupakan kelahiran 2008 atau di bawah 17 tahun (U-17).
“Liga Kampung Soekarno Cup merupakan wujud nyata komitmen partai mendukung pembinaan sepak bola tanah air. Tujuannya guna mencetak pemain muda potensial yang kelak diharapkan bisa membela timnas,” ujar Ketua Panitia Soekarno Cup 2025, I Made Agus Mahayastra.
Sesaat sebelum pertandingan perdana antara Tim Banteng Bali melawan Banteng Jawa Tengah dimulai, seluruh hadirin di stadion diminta mengheningkan cipta dan mendoakan korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.
“Hadirin dimohon untuk berdiri, marilah kita berdoa untuk rekan, teman, sahabat, dan saudara kita yang menjadi korban bencana alam di Aceh dan Sumatera, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan rekan-rekan kami yang menjadi korban diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, mengheningkan cipta dimulai,” ucap pembawa acara.
Turnamen ini juga dihadiri sejumlah pengurus pusat PDIP, antara lain Komarudin Watubun, Deddy Yevri Sitorus, Yuke Yurike, Darmadi Duriadi, dan Ronny Talapessy. (tan/jpnn)

















































