bali.jpnn.com, JEMBRANA -
Inovasi digital Banjar Smart Hub mengantarkan Banjar Warnasari Kelod, Jembrana, ke panggung global.
Program keberlanjutan dari Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) ini berhasil memikat Yusuke Koizumi Ph.D, akademisi Universitas Hitotsubashi, Jepang.
Sosiolog yang fokus pada pergeseran demografis Asia Tenggara ini rela turun langsung ke lapangan menggandeng BPS Jembrana demi mempelajari sistem tersebut.
Tiba di Balai Banjar Warnasari Kelod, Yusuke disambut hangat oleh Kelian Banjar I Kadek Sri Rama Usmantara dan perangkat desa setempat.
Tak hanya terpukau oleh akurasi data digital tingkat banjar, peneliti asal Negeri Sakura ini juga dibuat kagum oleh pesona Desa Warnasari yang bersih, hijau, dan asri.
"Pertama kali datang dan melihat, saya kagum sekali, desa ini (warnasari) lingkungannya sangat asri, indah, bersih sekali," ujar Yusuke Koizumi dilansir dari laman Pemkab Jembrana.
Selain memuji lingkungannya yang asri dan bersih, ia menyebut Banjar Smart Hub sebagai contoh sukses bagaimana pondasi data yang valid dari program Desa Cantik mampu melahirkan pelayanan publik yang luar biasa.
"Dengan data yang valid dan sentuhan inovasi, lahirlah program luar biasa ini. Semoga bisa diaplikasikan di desa-desa lain," kata Yusuke Koizumi memuji.



















































