jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait permintaan Presiden RI Prabowo Subianto agar siswa tidak dilibatkan untuk menyambut kedatangannya saat melakukan kunjungan kerja.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Yusuf Masruh mengatakan pihaknya akan menunggu instruksi resmi dari kementerian. Namun, pada prinsipnya, Surabaya siap menyesuaikan kebijakan tersebut.
"Kalau saya, ya kita mengikuti, itukan bagaimanapun juga kan mengikuti arahan kementerian, arahan Bapak Presiden," ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (24/11).
Hingga kini, kata Yusuf, Pemkot Surabaya belum menerima surat resmi dari kementerian terkait larangan melibatkan siswa dalam penyambutan Presiden.
Namun, dia menyebut komunikasi antar-instansi di pusat sudah berjalan.
“Insyaallah dari kementerian belum (ada surat resminya), tetapi kan kalau informasi itu biasanya kan sudah ada komunikasi antar kementerian dan lain-lain," ucapnya.
Yusuf menilai arahan Presiden tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan. Menurutnya, siswa memang seharusnya tetap berada di kelas dan fokus belajar.
"Memang biar anak-anak fokus di pembelajaran. Ya, nanti teman-teman guru mungkin bisa memfasilitasi, barangkali (menonton) lewat di televisi, kan seperti itu," jelasnya. (mcr12/jpnn)



















































