Tanggapi Demo Mahasiswa, Hasnan Sungkar: Jangan Nilai Indonesia Hanya dari Narasi Pesimisme

4 hours ago 11

 Jangan Nilai Indonesia Hanya dari Narasi Pesimisme

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pegiat tata kelola publik Hasnan Sungkar. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Pegiat tata kelola publik Hasnan Sungkar menegaskan bahwa kritik mahasiswa terhadap pemerintah harus berbasis fakta dan data komprehensif, bukan narasi pesimisme.

Gelombang aksi mahasiswa yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai kalangan.

Menanggapi gelombang aksi mahasiswa, Hasnan memaparkan data BPS yang menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh kuat 5,61 persen pada triwulan I-2026. Anda dapat membaca berita langsung di atas.

Hasnan Sungkar, tokoh muda nasional yang selama ini dikenal sebagai pegiat tata kelola publik menilai bahwa kritik mahasiswa terhadap pemerintah harus ditempatkan sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat, namun harus dibangun di atas fakta dan data yang utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang menyesatkan publik.

Pegiat tata kelola publik Hasnan Sungkar menegaskan bahwa kritik mahasiswa terhadap pemerintah harus berbasis fakta dan data komprehensif, bukan narasi pesimisme.

Menurut Hasnan, keresahan mahasiswa terhadap berbagai isu ekonomi, biaya hidup, lapangan kerja, hingga arah kebijakan nasional merupakan hal yang wajar dan harus didengar oleh pemerintah. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa kondisi Indonesia saat ini perlu dibaca secara komprehensif, bukan hanya dari satu atau dua indikator yang sedang menjadi sorotan.

Hasnan menjelaskan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut bahkan menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan berada di atas ekspektasi banyak analis internasional. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta meningkatnya belanja pemerintah.

Di sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang atau bertambah hampir 1,9 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun menjadi 4,68 persen. Pada saat yang sama, rata-rata upah buruh nasional tercatat sebesar Rp 3,29 juta per bulan.

Pegiat tata kelola publik Hasnan Sungkar menegaskan kritik mahasiswa terhadap pemerintah harus berbasis fakta dan data komprehensif, bukan narasi pesimisme.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |