TKDN di Kendaraan Listrik Perlu Ditingkatkan untuk Dampak Ekonomi yang Optimal

6 hours ago 21

TKDN di Kendaraan Listrik Perlu Ditingkatkan untuk Dampak Ekonomi yang Optimal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi kendaraan listrik di Indonesia. ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dinilai belum baik.

Dominasi produk impor membuat Indonesia hanya menjadi pasar kendaraan listrik global.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi Fahmy mengatakan rendahnya TKDN membuat multiplier effect industri kendaraan listrik belum optimal.

“Baik terhadap industri pendukung, penyerapan tenaga kerja, maupun peningkatan nilai tambah mineral dalam negeri,” ujar Fahmy di Jakarta, Selasa (31/3).

Menurut dia, penguatan TKDN dapat dilakukan melalui kerja sama dengan investor asing yang disertai alih teknologi. Sehingga, Indonesia dapat membangun industri kendaraan listrik secara mandiri dalam jangka panjang.

"TKDN sangat penting. Jadi mestinya kita tidak hanya jadi pasar, tetapi kita harus ikut memproduksi secara mandiri," tegas Fahmy.

Melihat kondisi saat ini, dia mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik nasional belum sepenuhnya terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Selama ini hilirisasi yang dilakukan sebenarnya lebih tepat disebut smelterisasi. Produk turunan pertama dan kedua masih diekspor, sehingga belum mendorong terbentuknya ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri," ujar Fahmy.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi Fahmy mengatakan rendahnya TKDN membuat multiplier effect industri kendaraan listrik belum opt

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |