jateng.jpnn.com, SEMARANG - Desas-desus pembongkaran pagar di Pasar Johar Semarang ramai diperbincangkan publik. Isu tersebut mencuat seusai berdirinya Toko Roti Gambang di sisi utara kawasan pasar cagar budaya itu.
Pihak pengelola maupun pemilik Toko Roti Gambang memastikan tidak pernah ada rencana pembongkaran pagar sebagaimana yang beredar di media sosial.
“Kalau untuk pembongkaran, jujur kami belum pernah tahu. Kami juga tidak pernah meminta untuk dibongkar karena menurut saya trafik yang sekarang sudah sangat cukup,” ujar Owner Roti Gambang Aldin Meidito Wibowo kepada JPNN.com, Kamis (2/4).
Aldin bahkan menilai, jika pagar dibongkar justru berpotensi menimbulkan kekacauan di kawasan tersebut.
Dia juga menanggapi sorotan publik terkait pemasangan fasilitas di area cagar budaya. Dia memastikan semua dilakukan dengan kehati-hatian dan mengikuti aturan.
“Semua sudah kami lapisi dulu sebelum dipaku. Untuk paku saja tidak boleh sembarangan, apalagi mengiyakan sesuatu yang lebih besar seperti membongkar pagar,” ujarnya.
Aldin menduga isu tersebut bermula dari narasi di media sosial Instagram akun @dinaskegelapan_kotasemarang yang mengaitkan keberadaan tokonya dengan kepentingan tertentu yang menyebut sang pemilik merupakan anak Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
“Isu itu berawal dari akun oposisi pemerintah yang merasa ada pembongkaran untuk mempermudah toko ini mendapatkan pelanggan. Padahal, dari kami tidak pernah ada permintaan atau pembicaraan soal itu,” katanya.
















































