kalsel.jpnn.com, BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjamin biaya kuliah 6.000 mahasiswa lewat beragam program beasiswa, baik bersumber APBN/APBD maupun non-APBN/APBD serta sektor swasta.
"Jumlah yang cukup besar ini mencerminkan peran aktif kampus dalam mengelola dan memfasilitasi pendanaan pendidikan bagi mahasiswa,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM Muhammad Rusmin Nuryadin di Banjarmasin, Kamis.
Dia menegaskan beasiswa menjadi instrumen strategis universitas dalam memastikan seluruh calon mahasiswa, khususnya berasal dari keluarga kurang mampu, agar dapat mengakses pendidikan tinggi secara adil dan inklusif.
Lewat beasiswa, kata dia, ULM ingin memfasilitasi semua siswa dan siswi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dia memastikan komitmen ULM pada pemerataan akses pendidikan, keadilan sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah untuk menopang pembangunan nasional.
"Upaya ini sejalan dengan visi ULM dalam menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," katanya.
Berbagai skema beasiswa di ULM, antara lain yang didukung pemerintah seperti KIP-Kuliah, Adik Difabel, Adik Papua dan 3T, Seribu Sarjana Kabupaten Balangan, SMART Kabupaten Tabalong, Beasiswa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Beasiswa Unggulan Kemdikdasmen, Pendidikan Indonesia, PDDI, Afirmasi Kemenkes, serta sejumlah program afirmasi lainnya.
Beasiswa berasal dari sumber non-pemerintah mencakup Cendekia Baznas, Yayasan Salim, Yayasan Salemba Empat (KSE), Bank Indonesia, VDMI Belanda, IBFL Adaro, Chaoren Pokphand Foundation, YBM BRI Bright Scholarship, BSI Scholarship Inspirasi, Beasiswa Djarum Plus, hingga program beasiswa dari berbagai perusahaan mitra industri.
















































