bali.jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Hukum menggelar kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP secara hybrid dengan tema “KUHAP dalam Bingkai Reformasi Hukum Nasional dan Penguatan Negara Hukum”, Kamis (29/1).
Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Auditorium Lantai 2 BPSDM Hukum serta diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan di bidang hukum, termasuk jajaran Kemenkum NTB.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani.
Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur penegak hukum dan pemangku kepentingan terhadap substansi serta arah kebijakan Undang-Undang KUHAP 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari pusat dan daerah, baik secara langsung maupun daring, sebagai bagian dari upaya BPSDM Hukum mendukung implementasi regulasi strategis di bidang hukum acara pidana.
Wamenkum Prof Edward Omar Sharif Hiariej, dalam paparannya menyampaikan bahwa pembaruan KUHAP dilakukan sebagai bagian dari pembangunan hukum nasional.
“Pembaruan KUHAP dilakukan sebagai bagian dari pembangunan hukum nasional guna mewujudkan supremasi hukum, khususnya sistem peradilan pidana terpadu,” ujar Wamenkum Prof Edward.
Ia menjelaskan bahwa pembaruan ini juga bertujuan menempatkan penegak hukum sesuai dengan fungsi, tugas, dan kewenangannya masing-masing.







.jpeg)








































