WFH Tak Cukup untuk Menghemat BBM, ASN Wajib Naik Transportasi Umum

13 hours ago 15

WFH Tak Cukup untuk Menghemat BBM, ASN Wajib Naik Transportasi Umum

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Konflik di kawasan Teluk antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi menimbulkan dampak global, termasuk ancaman krisis energi, khususnya minyak. 

Penghematan bahan bakar minyak (BBM) mendorong banyak negara mengambil langkah strategis, mulai dari penyesuaian harga hingga kebijakan pengendalian konsumsi energi.

Salah satu kebijakan yang kerap diambil adalah penerapan work from home (WFH) guna mengurangi mobilitas dan konsumsi BBM.

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik mengatakan pendekatan WFH tidak cukup jika dijadikan solusi utama. Sebab, WFH bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh akar persoalan, yakni tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, terutama di kawasan perkotaan.

"Berbagai kajian menunjukkan bahwa sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional, dengan dominasi kendaraan pribadi berbahan bakar fosil," ujar Sugiyanto di Jakarta, (2/4).

Di kota-kota besar, kemacetan memperparah pemborosan energi karena kendaraan tetap mengkonsumsi BBM dalam kondisi tidak produktif. Dalam konteks ini, WFH hanya mengurangi mobilitas sementara tanpa mengubah pola perilaku masyarakat secara mendasar.

Sebaliknya, kebijakan yang lebih strategis adalah mendorong—bahkan mewajibkan—Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum. 

Dengan jumlah besar dan mobilitas harian yang tinggi, penggunaan kendaraan pribadi oleh ASN secara kolektif berkontribusi signifikan terhadap kemacetan dan konsumsi BBM. 

Penghematan bahan bakar minyak (BBM) mendorong banyak negara mengambil langkah strategis, mulai dari penyesuaian harga hingga kebijakan pengendalian konsumsi en

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |