jpnn.com - BANDUNG - Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Barat di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, berjalan tertib dan berakhir damai. Massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib seusai menyampaikan aspirasi.
Pantauan di lokasi, mahasiswa mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelumnya, massa aksi terus menyuarakan orasi dan menggelar aksi teatrikal menggunakan replika alat hukuman pasung sebagai simbol tuntutan mereka.
Dalam aksi ini, BEM SI membawa tujuh tuntutan utama, di antaranya mengenai stabilisasi nilai tukar rupiah, penurunan harga BBM, serta evaluasi terhadap program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan mengapresiasi mahasiswa yang menjalankan aksi dan membubarkan diri dengan tertib. Jenderal bintang dua itu mengapresiasi kedewaan mahasiswa dalam berdemonstrasi karena menjaga ketertiban umum.
"Alhamdulillah sebagaimana kita saksikan, adik-adik telah menyampaikan aspirasi, melakukan orasi-orasi terkait beberapa hal tadi sudah diikuti bersama," kata Irjen Rudi, Rabu (17/6).
Dia menjelakan bahwa aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut dijaga ketat oleh aparat gabungan dari Polri maupun TNI. Langkah pengamanan ini dilakukan untuk menjamin situasi kondusif dan mengantisipasi adanya provokator yang mencoba menyusup ke tengah massa.
“Kami ada dari pihak Polrestabes, kemudian dari Kodim, itu memberikan pelayanan kepada adik-adik mahasiswa supaya mereka aman, tidak disusupi oleh provokator-provokator, kemudian juga nyaman karena kami menjaga mereka semua," ungkap Rudi.
"Mudah-mudahan mekanisme penyampaian pendapat seperti ini dapat terus dijaga untuk kondusivitas Jawa Barat," kata Irjen Rudi.





















































