jpnn.com - Politikus Gerindra yang juga Komisaris PT Pelindo Arief Poyuono menyoroti masalah pasar modal setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat ambrol.
Kondisi itu berujung pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, diikuti sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam keterangan tertulisnya, Arief menyebut pernah menulis karya akademis untuk tesisnya pada program S2 Ilmu Komunikasi yang berfokus pada komunikasi keuangan, berdasarkan penelitian dari tahun 2010.
Tulisan yang dipublikasikan melalui Academia berjudul The Effect Of Internet Fiancial Report As Communication Media To The Investors Attitude In Capital Market itu membahas dampak pelaporan keuangan internet sebagai media komunikasi terhadap sikap investor di pasar modal.
Berdasarkan abstraksi tulisan tersebut bahwa globalisasi ekonomi yang telah membuka batas negara telah menyebabkan dunia usaha sedang berada dalam masa transisi dari era revolusi industri menuju era revolusi informasi.
Nah, Arief Poyuono mendasarkan penelitiannya dengan adanya Kasus Enron di Bursa Saham Amerika Serikat yang menjadi skandal besar kecurangan akuntansi besar di AS pada 2001, yang melibatkan manipulasi laporan keuangan dan utang tersembunyi, menyebabkan kebangkrutan perusahaan energi raksasa tersebut dan runtuhnya kantor akuntan Arthur Andersen.
Kasus itu menurutnya berdampak global, memperketat etika akuntan publik di mana dalam laporan keuangannya Enron menyembunyikan utang miliaran dolar melalui Special Purpose Entities (SPE).
Kecepatan penyebaran informasi yang berpotensi mempengaruhi baik perilaku individu maupun perilaku organisasi telah mengubah struktur konsumsi, produksi serta investasi di masa depan.







.jpeg)













































