jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama mengatakan bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi peluang besar untuk memperkuat pembangunan nasional.
Dia mengatakan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026, sebanyak 68,82 juta penduduk Indonesia atau sekitar 24 persen dari total populasi masuk dalam kategori pemuda.
Di Jawa Timur, kata dia, potensi tersebut juga terlihat sangat kuat. Data menunjukkan terdapat sekitar 6,3 juta pemilih berusia 17 hingga 26 tahun, atau sekitar 20,34 persen dari total 31.402.838 pemilih.
"Besarnya jumlah generasi muda ini menjadi modal penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa sekaligus menjaga kualitas demokrasi," ujar Lia Istifhama dalam keterangannya pada Rabu (8/7/2026).
Dia menilai momentum tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya jumlah pemilih muda, tetapi juga menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral sebagai agent of change (agen perubahan) dan agent of social control (agen pengawas sosial) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Lia, peran strategis pemuda tidak hanya diukur dari partisipasi politik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga persatuan di tengah beragam perbedaan pandangan yang muncul dalam dinamika demokrasi.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda, yakni menempatkan persatuan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.
Di tengah meningkatnya partisipasi generasi muda dalam ruang publik, budaya dialog, toleransi, dan saling menghormati menjadi bagian penting dalam membangun culture of peace atau budaya damai.





















































