jateng.jpnn.com, BLORA - Banjir akibat luapan sungai merendam ratusan rumah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (11/4). Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia diduga akibat tersetrum listrik.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blora Agung Triyono mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.15 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu sungai selama beberapa jam.
“Hujan dengan durasi cukup lama di wilayah Cepu dan daerah hulu menyebabkan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa meluap dan merendam permukiman warga,” ujarnya.
Luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa menyebabkan ratusan rumah terdampak di sejumlah wilayah.
Di Kelurahan Cepu, sekitar 125 rumah terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 100 sentimeter. Sementara di Kelurahan Balun, sebanyak 25 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 125 sentimeter.
Banjir juga merendam permukiman di Kelurahan Karangboyo dengan ketinggian air 50 hingga 100 sentimeter, serta berdampak pada dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum.
Selain itu, genangan air turut melanda Kelurahan Ngelo dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter. Di Desa Mulyorejo, air setinggi 20 hingga 30 sentimeter sempat menggenangi ruas jalan provinsi Cepu–Singget dan sebagian rumah warga.
Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Diana Rosita, warga Kelurahan Ngelo, meninggal dunia. Korban diduga tersetrum listrik saat membersihkan rumah setelah banjir mulai surut.


















































