jpnn.com, JAKARTA - Jakarta– Bea Cukai terus menunjukkan komitmenya dalam mendorong peningkatan ekspor di daerah. Salah satunya yang dilakukan adalah melalui kunjungan dan asistensi ke pelaku ekspor maupun ke perusahaan.
Melalui kegiatan asistensi ekspor di Balikpapan dan Samarinda, pelaku usaha memperoleh pendampingan untuk memahami prosedur, memenuhi ketentuan, serta memperkuat kesiapan produk agar mampu bersaing di pasar global.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo mengatakan pihaknya berpartisipasi dalam kegiatan Meet to Match (M2M) Batch 4 yang diisi dengan presentasi Kelompok Tani Daun Sop Ceria dan peninjauan lokasi rencana Program Desa Devisa di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Kamis (30/7).
"Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendukung, pelaku usaha, dan kelompok tani dalam pengembangan potensi ekspor daerah," ujarnya.
Sejumlah produk pertanian bernilai tambah, seperti merica dalam kemasan, cake salak, cabai dalam kemasan, dan produk olahan pertanian lainnya, berpotensi dikembangkan melalui program tersebut.
Peluang pasar juga telah terbuka melalui jalur Balikpapan–Makassar untuk tujuan Eropa dan Amerika, serta Balikpapan–Surabaya menuju pasar China.
Petugas Bea Cukai memberikan pemaparan mengenai prosedur ekspor, pemanfaatan fasilitas Klinik Ekspor, serta layanan asistensi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mempersiapkan ekspor sesuai ketentuan.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan dapat mendukung lahirnya eksportir baru dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.






















































