Modifikasi Cuaca di Lampung Juga Untuk Lindungi Habibat Gajah

2 hours ago 23

Modifikasi Cuaca di Lampung Juga Untuk Lindungi Habibat Gajah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi: Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung. ANTARA/HO-Kemenhut/am.

jpnn.com, LAMPUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Lampung Timur tidak hanya untuk mencegah gangguan kesehatan pada manusia, tetapi juga untuk melindungi cagar konservasi gajah Taman Nasional Way Kambas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke gumpalan awan menggunakan pesawat khusus berbasis data ilmiah yang melibatkan tim ahli BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara (AU).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan perlindungan habitat satwa dilindungi tersebut menjadi salah satu atensi khusus Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penanganan karhutla nasional.

"Presiden memberikan atensi khusus terhadap penanganan di wilayah Provinsi Lampung serta perlindungan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur," katanya.

Berton menjelaskan penyemaian bahan semai garam (NaCl) difokuskan di wilayah Lampung Timur karena terdeteksi potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat membasahi kawasan hutan serta memadamkan titik-titik api.

BNPB mengkonfirmasi dalam dua hari pelaksanaan operasi udara pada 26-27 Agustus 2026, tim satuan tugas telah mengudara dari Bandara Raden Inten II dan menyebar total 1.600 kg garam penyemai yang berhasil memicu hujan ringan di wilayah sasaran utama.

Hujan yang mulai mengguyur tersebut diharapkan bisa membasahi tutupan hutan juga lahan-lahan mineral gambut di Taman Nasional Way Kambas, sehingga tidak mudah terbakar, lalu dampak menjadi semakin minim baik terhadap lingkungan termasuk Gajah Sumatera.

Taman Nasional Way Kambas melaporkan sedikitnya ada 261 Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang menempati kawasan konservasi itu, dimana 160-180 ekor diantaranya gajah liar.

Pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca di Lampung untuk melindungi habibat gajah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |