jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan mahasiswa dari berbagi universitas yang tergabung dalamn BEM SI Jawa Timur menggelar aksi damai di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6).
Pantauan JPNN, mereka tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa berbagi poster dan atribut yang berisi tuntutan.
Mereka langsung membentuk lingkaran besar serta menggelar beberapa spanduk bertuliskan "SPPG Satuan Penjilat Prabowo Gibran", "Reformasi Dikorupsi"
Satu per satu mahasiswa melakukan orasi. Mereka menyuarakan keresahan terkait permasalahan yang terjadi di Tanah Air.
Presiden BEM UNAIR Rizqi senja mengungkapkan salah satu tuntutan yang disuarakan adalah meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih dihentikan.
"Kami juga menuntut untuk dicabutnya Undang-Undang Polri dan juga Undang-Undang TNI.Selain itu, kami juga menolak adanya praktik militerisme di ranah sipil," kata Rizqi.
Dia mengatakan bawa dalam aksi ini, massa aksi tidak ingin ditemui oleh pejabat. Sebab, menurutnya sia-sia.
"Kami tidak minta ditemui oleh pejabat siapapun. Karena kami merasa, walaupun pejabat menemui, dia tidak pernah memberikan dampak apapun bagi kami setelah kami berjilid-jilid demonstrasi. Selama beberapa tahun terakhir," katanya.


















































