BPS Bilang 8 Persen, Bank Dunia 64 Persen: Mana Data Kemiskinan Indonesia yang Benar?

3 hours ago 24

Sabtu, 12 September 2026 – 20:55 WIB

 Mana Data Kemiskinan Indonesia yang Benar? - JPNN.com Jogja

Potret kemiskinan di Jakarta Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Perbedaan mencolok angka kemiskinan di Indonesia versi Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) tengah memicu diskusi hangat di media sosial.

Bank Dunia menyebut 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah standar kemiskinan internasional, sementara BPS melaporkan tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2026 berada di angka 8,07 persen.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Wisnu Nugroho mengatakan penyebab utama dari jurang perbedaan angka tersebut terletak pada indikator dan tolok ukur garis kemiskinan yang digunakan oleh kedua lembaga.

Bank Dunia memakai acuan pengeluaran di bawah 8,3 dolar AS per hari yang berlaku untuk kelompok negara berpendapatan menengah ke atas (Upper Middle-Income Country).

Sedangkan BPS menggunakan standar Garis Kemiskinan Nasional berbasis kebutuhan dasar minimum makanan dan nonmakanan lokal.

Wisnu menjelaskan bahwa acuan Bank Dunia digunakan untuk membandingkan kondisi kesejahteraan masyarakat di negara-negara yang berada dalam kelompok pendapatan sejenis.

Indonesia sendiri telah masuk dalam kategori negara berpendapatan menengah atas sejak 2003.

Meski demikian, Wisnu mengingatkan agar penggunaan standar tersebut dibaca secara cermat.

Jumlah penduduk miskin di Indonesia versi Bank Dunia dan BPS jauh berbeda. Mana yang benar?

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |