jpnn.com, JAKARTA - Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif atau PPEKRAF bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan ekonomi kreatif, kepemimpinan, kesehatan, dan akses terhadap peluang yang setara.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Seminar Nasional dan Kick Off Program Pemberdayaan Perempuan bertema “Ibuku Hebat, Ibuku Kuat: Perempuan Berdaya Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal” yang digelar di Jakarta pada 12 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan PPEKRAF sebagai pelaksana Program ICW-CIF Development Small Project yang direkomendasikan melalui KOWANI.
Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan keluarga melalui pelatihan ekonomi kreatif, pendampingan usaha, serta penguatan jejaring berbasis potensi lokal.
"Pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara menyeluruh," kata Ketua Umum PPEKRAF Tengku Nurliyana Habsjah dalam keterangannya dikutip Senin (15/6).
Menurutnya, perempuan tidak hanya perlu diperkuat dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam aspek kepemimpinan, kesehatan, dan kesempatan yang setara.
“Perempuan dari lingkungan terkecil harus mampu berdaya. Dengan begitu akan lahir keluarga yang kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan lebih tangguh dan pembangunan bangsa dapat berjalan lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Nurliyana menjelaskan, PPEKRAF dan KOWANI bersinergi untuk memberikan edukasi kepada perempuan yang masih merasa memiliki keterbatasan atau belum percaya pada kemampuan dirinya.





















































