jpnn.com, JAKARTA - Ancaman banjir di Jakarta kini tidak lagi hanya menghantui kawasan padat penduduk.
Permukiman elite, seperti Pondok Indah, Kelapa Gading, hingga Menteng kini mulai masuk dalam zona rawan akibat masifnya pembangunan gedung komersial yang mengabaikan daya dukung lingkungan demi mengejar keuntungan semata.
Fenomena 'Hunian Jadi Komersial' (HJK) dituding sebagai salah satu pemicu utama berkurangnya daerah resapan air di kawasan yang seharusnya berfungsi sebagai zona residensial.
Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menegaskan jika Pemerintah Provinsi Jakarta serius ingin meminimalkan banjir, langkah pertama yang harus diambil adalah menghentikan izin bangunan komersial di zona hunian.
"Banjir, bahkan bisa melanda pemukiman mewah. Solusinya jelas, hentikan bangunan-bangunan yang bersifat komersial dan hanya berorientasi pada 'cuan'," kata Hari dalam keterangannya, Minggu (22/2).
Hari menilai arah pembangunan Jakarta saat ini lebih menonjolkan wajah kota bisnis ketimbang kota yang berkelanjutan.
Dia juga menyindir pernyataan Gubernur Pramono Anung yang menyebut Jakarta tidak mungkin sepenuhnya bebas dari banjir.
"Pernyataan itu seolah menunjukkan sikap pasrah atau 'pasrah bongkokan'. Jika orientasi komersial terus dipaksakan dan tidak ada target yang jelas, maka niat membebaskan Jakarta dari banjir patut dipertanyakan," tegasnya.




















































