jpnn.com, JAKARTA - Realisasi kenaikan insentif RT dan RW belum bisa terwujud karena adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat Rp 15 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya akan tetap mengusahakaan insentif RT dan RW tersebut bisa terwujud sesuai yang dijanjikannya.
“Karena kemarin dana kami kan DBH-nya dipotong Rp 15 triliun, ruang fiskalnya menjadi sempit. Tetapi, saya akan tetap menindaklanjutinya,” kata Pramono dikutip Minggu (22/2).
Pramono juga mengaku akan melanjutkan program pemasangan CCTV yang sempat ia janjikan saat masih menjadi calon pemimpin ibu kota.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sempat menyiapkan kenaikan insentif bagi pengurus RT dan RW mulai Oktober 2025.
"Anggarannya telah masuk dalam APBD-P 2025. Mudah-mudahan Oktober sudah mulai distribusi (insentif),” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Rano Karno menjelaskan insentif untuk RT akan naik sekitar 25 persen dari Rp 2 juta hingga kisaran Rp 2,5 juta per bulan.
Kemudian, insentif RW dari sebelumnya Rp 2,5 juta menjadi sekitar Rp 3 juta per bulan secara bertahap.




















































