jpnn.com, JAKARTA - Prudential Indonesia mulai menguji pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menganalisis rekaman panggilan, mendeteksi sentimen negatif, dan mempercepat evaluasi layanan nasabah.
Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan menganalisis jumlah rekaman panggilan yang lebih besar secara cepat dan menyeluruh.
Sebelumnya, proses evaluasi dilakukan secara manual dan hanya mencakup sampel tertentu.
Melalui pemanfaatan AI, Prudential Indonesia juga dapat mengidentifikasi persoalan layanan secara lebih cepat, mendeteksi potensi ketidakpuasan nasabah sejak dini, serta menentukan langkah responsif yang diperlukan.
"Uji coba teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan untuk menghadirkan proses evaluasi layanan yang lebih akurat, objektif, transparan, dan menyeluruh," kata Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha dalam keterangan resminya, Rabu (15/7).
Langkah tersebut berjalan seiring dengan pencapaian tim Centralized Client Services (CCS) Prudential Indonesia yang meraih dua medali emas dalam Contact Centre World Competition Asia Pacific 2026.
Kompetisi yang mempertemukan organisasi dari berbagai industri di kawasan Asia Pasifik itu berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22–25 Juni 2026.
Dua perwakilan Prudential Indonesia berhasil memperoleh penghargaan tertinggi di kategorinya masing-masing.






















































