jateng.jpnn.com, PATI - Aksi tawuran antarpelajar yang diduga dipicu saling tantang melalui media sosial berakhir di tangan polisi. Sebanyak sembilan pelajar SMK swasta diamankan setelah diduga terlibat bentrokan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati.
Kapolsek Pati Iptu Windartono mengatakan kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait konvoi dan tawuran pelajar di sekitar SPBU Mojo, Kecamatan Margorejo, Selasa (14/7).
"Awalnya saling sindir dan saling tantang melalui media sosial. Mereka kemudian sepakat bertemu dan melakukan tawuran," kata Windartono, Rabu (15/7).
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penyisiran di kawasan JLS Pati. Petugas kemudian menemukan sekelompok pelajar berkumpul di sebuah markas di kawasan Pasar Beras Sleko.
Saat lokasi digerebek, sebagian pelajar berhasil melarikan diri. Namun, sembilan pelajar berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Pati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, para pelajar mengaku terlibat perselisihan dengan kelompok pelajar dari sekolah lain. Konflik disebut bermula dari unggahan di Instagram yang dianggap sebagai tantangan.
Tak hanya itu, para pelajar juga mengaku mengonsumsi minuman keras jenis arak sebelum berangkat ke lokasi bentrokan.
Menurut pengakuan mereka, tawuran berlangsung di dekat SPBU Mojo dengan skenario lima lawan lima. Setelah bentrokan usai, kelompok tersebut kembali ke markas sebelum akhirnya digerebek polisi.



















































