Inggris vs Argentina: Laga Sarat Dendam

4 hours ago 15

Rabu, 15 Juli 2026 – 15:22 WIB

 Laga Sarat Dendam - JPNN.com Jateng

Detik-detik Jude Bellingham mencetak brace pada laga Norwegia vs Inggris di 8 Besar Piala Dunia 2026. Foto: digitalhubfifa

jateng.jpnn.com - Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium, Kamis (16/7), berpotensi menjadi laga paling panas sepanjang turnamen.

Spanyol mampu menyingkirkan Prancis dengan relatif meyakinkan 2-0 pada semifinal pertama, duel Three Lions kontra Albiceleste diprediksi menghadirkan tensi yang jauh lebih tinggi karena dibumbui sejarah panjang, kontroversi, dan rivalitas yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Inggris dan Argentina tercatat sudah 15 kali bertemu sejak 1951. Namun, rivalitas keduanya tak sekadar soal statistik. Hubungan kedua tim berubah menjadi salah satu rivalitas paling sengit dalam sejarah Piala Dunia setelah serangkaian pertemuan kontroversial.

Piala Dunia 1966 menjadi titik awal ketegangan ketika Inggris menang 1-0 atas Argentina pada perempat final. Tim Tango menilai mereka dirugikan oleh keputusan wasit yang mengusir kapten Antonio Rattin, sementara gol kemenangan Inggris juga dipersoalkan.

Dua dekade kemudian, rivalitas itu mencapai puncaknya pada Piala Dunia 1986, hanya dua tahun setelah Perang Malvinas antara Argentina dan Inggris. Kala itu Diego Maradona mencetak gol kontroversial "Tangan Tuhan" dan gol yang kemudian disebut sebagai "Gol Abad Ini" untuk menyingkirkan Inggris.

Luka Inggris kembali terbuka pada Piala Dunia 1998 ketika David Beckham mendapat kartu merah dalam laga yang berakhir dengan kekalahan adu penalti. Beckham baru bisa membalas empat tahun kemudian lewat gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002.

Kini, setelah 24 tahun tidak bertemu di Piala Dunia, kedua tim kembali berhadapan dengan taruhan yang jauh lebih besar: tiket menuju final.

Argentina datang dengan ambisi mempertahankan gelar dan menjadi negara kedua setelah Brasil dan Italia yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Selain itu, turnamen ini juga berpotensi menjadi penutup sempurna karier internasional Lionel Messi.

Inggris dan Argentina kembali bentrok di Piala Dunia setelah 24 tahun. Rivalitas, Messi, dan ambisi ke final membuat laga ini diprediksi panas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |