jatim.jpnn.com, BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memberikan pendampingan psikologis kepada empat santri yang menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum tokoh agama di salah satu pondok pesantren di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan Sudiyo mengatakan, pendampingan diberikan karena para korban mengalami gangguan mental setelah peristiwa tersebut.
"Ada empat orang santri yang kami beri pendampingan. Mereka semuanya merupakan korban pelecehan tokoh agama pengasuh pondok pesantren tempat mereka menimba ilmu," kata Sudiyo di Bangkalan, Kamis (3/9).
Dia menyebut seluruh korban masih berusia di bawah umur.
Untuk membantu proses pemulihan, Pemkab Bangkalan mendatangkan dua psikolog secara khusus untuk mendampingi para korban.
Pendampingan tidak hanya dilakukan di rumah korban. Tim psikolog juga mendampingi para santri ketika menjalani pemeriksaan di kepolisian.
"Ada dua orang psikolog yang kami datangkan secara khusus untuk memberikan pendampingan. Selain memberikan pendampingan langsung ke rumah korban, tim ini juga mendampingi korban saat menjalani pemeriksaan di kepolisian," ujarnya.
Pemkab Bangkalan juga membantu biaya visum para korban dengan menyesuaikan kondisi anggaran yang tersedia.



















































