bali.jpnn.com, GILIMANUK - Tiga kapal feri perbantuan berkapasitas besar resmi beroperasi di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.
Langkah ini diambil guna mengurai antrean panjang kendaraan yang sempat mengular di kawasan pelabuhan.
Untuk mempercepat pergerakan armada, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
Melalui skema ini, waktu sandar kapal dipangkas sehingga proses bongkar muat dapat berjalan jauh lebih singkat dari biasanya.
Tiga kapal feri yang disiagakan, di antaranya KMP Atayana, KMP Portlink VII, dan KMP Liputan XII.
Ketiganya menjadi bagian dari 25 kapal feri yang melayani lintasan penyeberangan di Selat Bali.
Masing-masing armada ditempatkan di titik strategis.
Di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, disiagakan KMP Atayana dan KMP Portlink VII untuk mempercepat pengangkutan armada dari arah Bali.



















































