ESDM Sebut Penerapan Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp 157 Triliun

6 hours ago 15

ESDM Sebut Penerapan Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp 157 Triliun

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6). Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juri Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Dwi Anggia mengatakan implementasi biodiesel B50 bisa melakukan penghematan devisa.

B50 sendiri adalah campuran 50 persen biodiesel kelapa sawit dan 50 persen solar.

“Pada 2026 ini dengan implementasi B50 Pak Kepala, diharapkan bisa menghemat devisa Rp 157,28 triliun,” ucap Dwi di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6).

Tak hanya itu, dengan implementasi B50, nilai tambah CPO atau crude palm oil untuk para petani ada peningkatan sebesar Rp 24,68 triliun. Tidak hanya itu, penyerapan tenaga kerjanya diklaim luar biasa.

“Dengan implementasi B50 di Juli 2026 ini proyeksinya penyerapan tenaga kerja bisa di angka 2.216.874 orang,” kata dia.

Selain itu, saat implementasi B40, Indonesia diklaim berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 39,66 juta ton CO2. Untuk 2026, diharapkan bisa menurunkan emisinya sebesar 46,72 juta ton CO2.

“Karena ini bagian kontribusi Indonesia dalam menjaga sustainability lingkungan,” tuturnya.

Adapun, mandatori biodiesel B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Kebijakan itu disebut bertujuan untuk menekan impor BBM, memperkuat ketahanan energi, dan menyerap jutaan tenaga kerja. (dit/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan implementasi biodiesel B50 bisa melakukan penghematan devisa hingga Rp 157 triliun


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |