jpnn.com, BANDUNG - Kelompok masyarakat Jawa Barat yang mengatasnamakan Gerakan Umat Melawan Kezaliman (GAUM-K) menolak kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi Widodo atau Jokowi, ke Jabar dalam rangka safari politik.
Safari politik Presiden ke-7 RI itu berpusat pada upaya konsolidasi dan penguatan struktur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghadapi Pemilu 2029.
Rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak akhir Juni 2026, ditandai dengan kunjungan pertamanya ke Provinsi Lampung.
Puluhan demonstran itu menyampaikan orasinya di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (14/7/2026).
Salah satu hal yang disinggung dalam aksi ini adalah soal dugaan ijazah palsu Jokowi.
Perwakilan GAUM-K, Hari Nugraha mengatakan selama menjabat sebagai kepala daerah dan negara, Jokowi tidak mampu menunjukkan keaslian dokumen kelulusannya.
"Karena kami khawatir dan kami tahu bahwa Bapak Jokowi saat ini secara hukum tidak jelas. Karena ketika beliau menjadi wali kota, menjadi gubernur, bahkan menjadi Presiden RI tidak bisa menunjukkan ijazahnya. Sehingga ini adalah membohongi rakyat, membohongi umat, membohongi bangsa," kata Hari saat ditemui di sela-sela aksi.
Maka dari itu, dia dan GAUM-K menolak kedatangan Jokowi ke Provinsi Jawa Barat.






















































