jpnn.com - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan Panglima TNI dan Jaksa Agung menunjukkan komitmen menjaga soliditas antarlembaga negara.
Dzulfikar menilai pertemuan itu mengirim pesan bahwa penegakan hukum harus dibangun di atas kerja sama, bukan ego sektoral.
"Kami mengapresiasi langkah Pak Kapolri. Di tengah banyak dinamika belakangan ini, beliau justru memilih merajut silaturahmi dengan TNI dan Kejaksaan. Buat kami, ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi menunjukkan sikap seorang negarawan," kata Dzulfikar, Selasa (14/7/2026).
Dia menyebut pemberantasan korupsi tidak mungkin berhasil jika hanya mengandalkan satu institusi.
Dzulfikar mengatakan Polri, Kejaksaan, dan TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas negara sehingga komunikasi dan koordinasi antarlembaga itu harus terus diperkuat.
"Korupsi itu musuh bersama. Karena itu, melawannya juga harus bareng-bareng. Jangan sampai ada kesan jalan sendiri-sendiri. Sinergi antarlembaga itu sekarang sudah jadi kebutuhan," tuturnya.
Pemuda Muhammadiyah berharap semangat kolaborasi tersebut terus dijaga dan diwujudkan dalam kerja nyata.
Menurutnya, masyarakat lebih membutuhkan hasil penegakan hukum daripada melihat adanya persaingan antarinstansi.






















































