jpnn.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan meminta masyarakat ikut mengawasi harga beras di tingkat konsumen, terutama beras kategori medium.
Gubernur Sumsel Herman Deru meminta warga segera melapor apabila menemukan beras medium dijual melebihi harga Rp 12.500 per kilogram. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya permainan harga di tengah perhatian masyarakat terhadap ketersediaan beras kemasan 5 kilogram.
"Kalau menemukan beras medium dijual di atas Rp 12.500 lapor. Bisa ke lurah, camat, atau ke seluruh aparat penegak hukum, itu sudah memainkan harga jualnya," tegas Deru, Sabtu (29/8/2026).
Selain pengawasan harga, Deru memastikan ketersediaan beras di Sumsel masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal itu diketahui setelah dirinya mengecek langsung stok beras di Gudang Perum Bulog Sumsel dan Babel.
Dari hasil pengecekan tersebut, stok beras di gudang Bulog disebut mencukupi kebutuhan hingga Juli 2027. Jumlah tersebut juga belum memperhitungkan tambahan pasokan dari hasil panen petani yang sedang berlangsung di sejumlah wilayah Sumsel.
"Saya harap masyarakat tak panik buying. Kami berani menjamin Sumsel tidak akan kekurangan beras," kata Deru.
Deru menyebut beras kemasan 5 kg merupakan salah satu ukuran yang paling banyak dibeli masyarakat. Karena itu, kelangkaan di sejumlah titik penjualan dikhawatirkan memicu kekhawatiran hingga pembelian berlebihan.
"Beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat kemasan 5 kg. Kami sudah merespon (kelangkaan) dengan mengecek ke gudang Bulog. Ternyata, kesiapan stok Bulog di gudang mencukupi, bahkan sampai Juli 2027," ujar Deru.






















































